Minggu, 18 Oktober 2026

,

Profil Kehidupan Musisi/Seniman Auleman Pekei

Profil Kehidupan Auleman Pekei

Foto : Auleman Pekei, Musisi/Seniman Asal Meuwodide

Gitaris legendaris Pegunungan Tengah Papua dan tokoh penting dalam perjalanan musik suku Mee

Auleman Pekei merupakan salah satu musisi Papua yang dikenang karena keterampilan bermain gitar dan kontribusinya terhadap perkembangan musik di Pegunungan Tengah Papua, khususnya dalam lingkungan musik masyarakat Mee. Perjalanan hidupnya menunjukkan bagaimana bakat, ketekunan, dan kecintaan terhadap musik dapat meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya.

1. Latar belakang kehidupan

Menurut laporan Sinar Bemo yang diterbitkan pada 21 Juni 2025, Auleman Pekei lahir pada 15 Agustus 1975 di Wamena, dari pasangan Paskalis Pekei dan Paulina Maga Adii.

Sejak berusia sekitar 11 tahun, ia telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap musik, terutama alat musik berdawai. Ia mulai belajar memainkan ukulele bersama grup PANBERS yang dipimpin Rumanus Pekei dan grup Wadouw yang dipimpin Paulus Youw.

2. Perjalanan karier musik

1987 — Awal tampil di panggung

Auleman mulai dikenal melalui pertunjukan hiburan rakyat di Wamena. Pada masa itu, kemampuannya memainkan gitar mulai berkembang.

1991 — Bersama Baliem Selection Band

Ia tampil di Lapangan Polres Jayawijaya bersama Baliem Selection Band yang dipimpin Paskalis Rumngewur, dikenal sebagai Bung Rumi. Ia juga mendapat bimbingan dari Bung Rumi dan Nilus Leisubun Youw.

1995–2004 — Berkarya bersama berbagai grup musik

Auleman terlibat dalam sejumlah kelompok musik, antara lain Mutaetuwai (1995), Deiyai Tobe (1996), Tarua Tune (2000), dan Salju Abadi Band (2004).

3. Karya musik yang terdokumentasi

Salah satu jejak karya Auleman Pekei dapat ditemukan dalam arsip digital Media Mee, yang mendokumentasikan musik dan kebudayaan masyarakat Mee.

Dalam album Tarua Tune (2002), namanya tercatat sebagai pemain pada lagu Dobio Yoka. Arsip tersebut menjadi salah satu bukti penting bahwa karya dan keterlibatannya dalam musik masih dapat ditelusuri hingga sekarang.

4. Kehidupan di luar dunia musik

Pada tahun 2009, Auleman diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah Paniai. Perjalanan hidupnya memperlihatkan bahwa ia tidak hanya menekuni seni musik, tetapi juga menjalani pengabdian melalui pekerjaan formal.

Menurut laporan Sinar Bemo, Auleman dikenal sebagai sosok yang rendah hati meskipun mempunyai kemampuan musik yang menonjol. Ia meninggal dunia pada 1 Desember 2013 di RSUD Paniai.

5. Warisan bagi generasi muda Papua

Nama Auleman Pekei tetap disebut dalam catatan perjalanan musik suku Mee. Dalam pemberitaan Jubi pada 2016, ia bersama Herman You, Edmar Ukago, Raleks Giyai, Hagar Madai, dan musisi lainnya disebut sebagai para senior yang merintis musik khas Mee.

Warisan seorang musisi tidak hanya diukur dari popularitas atau banyaknya album yang dihasilkan. Warisan itu juga terlihat dari pengaruhnya terhadap musisi lain, karya yang tetap diperdengarkan, serta semangat berkesenian yang diwariskan kepada generasi muda.

Auleman Pekei adalah bagian dari sejarah musik Papua yang layak terus didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Catatan: Profil ini disusun berdasarkan sumber pemberitaan dan arsip musik yang tersedia. Informasi lebih terperinci mengenai kehidupan keluarga, pendidikan, diskografi lengkap, serta kisah di balik setiap lagu masih memerlukan dokumentasi tambahan dari keluarga, sahabat, dan rekan-rekan musisinya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar