Bagi para pekerja pengembangan masyarakat untuk
belajar rendah hati, menyadari bahwa orang sekolahan
tidak selalu lebih tahu bagaimana mengatasi persoalan
sehari-hari yang dihadapi rakyat miskin di kampung kota maupun
desa, dan bahwa pembangunan yang sejati hanya dapat dicapai
lewat kerja sama yang setara antara orang sekolahan dan orang
kampung, di mana kedua kelompok itu sama-sama menjadi
"orang sekolahan yang kampungan" tapi juga
"orang kampung yang sekolahan", dengan
memadu ilmu kampung dan ilmu kampus.
Tabea Aski,
Puri Baru, 10 Desember 2000
Aditjondro, George J.

0 komentar:
Posting Komentar